Tuesday, April 21, 2020

Perawatan sistem pemasukan dan pembuangan


BAB II
PERAWATAN SISTEM PEMASUKAN DAN PEMBUANGAN
A.       Deskripsi Singkat
           Sistem pemasukan dan pembuangan sepeda motor terdiri beberapa komponen yang menjadi satu sistem. Komponen-komponen tersebut tentunya akan mengalami gangguan dalam kurun waktu tertentu sehingga perlu adanya perawatan.

B.       Tujuan Pembelajaran
Siswa didik diharapkan mampu;
1.        Melakukan dengan benar perawatan berkala sistem pemasukan dan pembuangan sesuai SOP.
     2.    Menyimpulkan hasil perawatan berkala sistem pemasukan dan pembuangan.

C.       Perawatan Sistem Pemasukan dan Pembuangan sepeda motor
1.      Perawatan Filter Udara Jenis Kering
a.       Keluarkan elemen saringan udara dari dalam kotak saringan.
                              b.    Periksa udara, bila kotor sekali atau sobek diganti baru.


Latihan Soal



Assalamualaikum Wr,Wb

Silahkan dikerjakan dibuku kalian

  1. Kenapa pada sistem pemasukan diperlukan saringan udara?
  2. Uraikan secara mendasar perbedaan sistem pemasukan bahan bakar karburator dengan injeksi!
  3. Jelaskan fungsi dari katalik konverter!
  4. Jelaskan proses aliran campuran udara dan bahan bakar pada sistem pemasukan!
  5. Jelaskan proses aliran gas buang pada sistem pembuangan!

SEMANGAT UNTUK MENGERJAKAN!!!!



Wednesday, April 15, 2020

SISTEM PEMASUKAN DAN PEMBUANGAN


Assalamualaikumwr,wrb

A.       Deskripsi Singkat

Sistem pemasukan (intake sistem) terdiri dari saringan udara (air cleaner) dan intake manifold. Saringan udara membersihkan kotoran udara sebelum masuk ke silinder untuk bercampur dengan bensin, dan intake manifold menyalurkan campuran udara dan bensin ke dalam silinder. Udara mengalir dari saringan udara masuk ke karburator, dan campuran udara dan bensin yang disiapkan dalam karburator dipanaskan di dalam intake manifold oleh adanya pendingin yang telah panas atau gas buang. Intake manifold dibuat sedemikian rupa sehingga dapat membagikan campuran udara dan bensin sama rata ke semua silinder.
Sistem pembuangan (exhause system) terdiri dari exhaust manifold, exhaust pipe (knalpot) dan muffler. Exhaust manifold menampung gas bekas dari silinder dan mengeluarkan ke udara melalui Knalpot. Muffler menyerap bunyi yang disebabkan oleh keluarnya gas bekas. Sistem exhaust termasuk juga catalytic converter, dimana gas bekas dibersihkan sebelum dikembalikan ke udara.

B.       Tujuan Pembelajaran
1.    Mendemonstrasikan  prinsip kerja sistem pemasukan sepeda motor.
2.    Mendemonstrasikan  prinsip kerja sistem pembuangan sepeda motor.

C.  Komponen-Komponen dan Prinsip Kerja Sistem Pemasukan dan Pembuangan Sepeda Motor

1. Komponen-Komponen Sistem Pemasukan dan Pembuangan Sepeda Motor
A.    Saringan Udara
Udara luar biasanya mengandung debu. Bila debu masuk kesilinder-silinder bersama udara yang dihisap, hal ini akan mempercepat keausan dan mengotori oli pelumas. Akibatnya masa penggunaan mesin menjadi pendek. Oleh karena itu, debu harus dibersihkan dari udara yang masuk sebelum sampai kesilinder-silinder. Pada kendaraan, udara yang masuk dibersihkan oleh saringan udara, juga dapat mengurangi kecepatan udara dan memperkecil suara-suara berisik udara. Saringan udara harus diperiksa dan dibersihkan secara rutin sebab elemennya berangsur-angsur akan tersumbat dengan debu dan tidak dapat memberikan udara yang cukup pada mesin, menyebabkan tenaga besin berkurang, atau menjadi kurang maksimal.
Seperti kita ketahui ada beberapa tipe saringan udara yang digunakan pada pada mobil-mobil, tipe saringan udara yang umum yang sering dipasang pada mobil-mobil tipe saringan udara tersebut termasuk saringan udara tipe kertas, saringan udara yang elemennya terbuat dari tipe silkon dan sebagainya. Pada umumnya banyak digunakan tipe elemen kertas. Sedangkan pre-air cleaner tipe silkon direncanakan khusus untuk daerah yang berdebu dan berpasir.
1). Saringan udara tipe kertas
Saringan udara ini terdiri dari elemen yang dibuat dari kertas atau kain. Elemen diletakan di dalam rumah saringan udara (air-cleaner case), pada beberapa saringan udara yang menggunakan elemen ini dapat dicuci dengan air.


2). Pre-air cleaner
Pre-air cleaner adalah sejenis saringan udara pusaran. Dengan efisiensi udara yang tinggi dan mempunyai bagian sirip yang memisahkan kotoran dari udara dengan adanya gaya sentrifugal. Debu ditampung dalam penampung khusus (dustrap). Tipe saringan udara ini sering kali tidak diperlukan penggantian elemen yang terlalu sering dibanding dengan tipe saringan udara lainnya.
3). Saringan Udara Tipe Oil Bath
      Saringan udara tipe ini berisikan oli di bagian bawah rumah saringan, seperti pada gambar. Elemen dibuat dari baja wol. Partikel-partikel debu yang besar, kotoran-kotoran, pasir dan sebagainya jatuh kedalam genangan (rendaman oli). Udara yang dihisap melalui elemen saringan telah dibersihkan oleh elemen yang terbuat dari baja wol tadi sebelum mencapai mesin.
4). Saringan Udara Tipe Silkon

Saringan udara tipe silkon (cyclone type air cleaner) ini adalah salah satu saringan udara tipe kertas yang menggunakan kertas sebagai elemen. Elemen ini berbentuk sirip-sirip untuk menghasilkan pusaran udara. Sebagian besar partikel-partikel kotoran, pasir dan lain-lain ditampung dalam kotak saringan oleh gaya sentrifugal dari pusaran udara. Partikel-partikel yang kecil diserap oleh elemen kertas. Perencanaan ini tujuannya untuk mengurangi tersumbatnya elemen saringan dan tidak dibutuhkannya perawatan yang terlalu sering seperti tipe lainnya. 

B.   Intake Manifold
Intake manifold mendistribusikan campuran udara bahan bakar yang di proses oleh karburator ke silinder silinder. Intake manifold dibuat dari paduan aluminium, yang dapat memindahkan panas lebih efektif di banding dengan logam lainnya.
Intake manifold diletakan sedekat mungkin dengan sumber panas yang memungkinkan campuran udara dan bensin cepat menguap. Pada beberapa mesin, intake manifold letaknya dekat dengan exhaust manifold. Ada juga mesin yang water jacket’nya di tempatkan didalam intake manifold untuk memanaskan campuran udara bensin dengan adanya panas dari air pendingin.


C.    Karburator
Karburator adalah sebuah alat yang mencampur udara dan bahan bakar untuk sebuah mesin pembakaran dalam. Mayoritas sepeda motor masih menggunakan karburator dikarenakan lebih ringan dan murah, namun pada 2005 sudah banyak model baru diperkenalkan dengan injeksi bahan bakar.
Pada dasarnya karburator bekerja menggunakan prinsip Bernoulli: semakin cepat udara bergerak maka semakin kecil tekanan statis-nya namun makin tinggi tekanan dinamis-nya. Tuas gas pada sepeda motor sebenarnya tidak secara langsung mengendalikan besarnya aliran bahan bakar yang masuk kedalam ruang bakar. Tuas gas sebenarnya mengendalikan katup dalam karburator untuk menentukan besarnya aliran udara yang dapat masuk kedalam ruang bakar. Udara bergerak dalam karburator inilah yang memiliki tekanan untuk menarik serta bahan bakar masuk kedalam ruang bakar.

D.    Injektor
Berfungsi menyemprotkan bahan bakar ke saluran masuk (intake manifold) sebelum, biasanya sebelum katup masuk, namun ada juga yang ke throttle body. Volume penyemprotan disesuaikan oleh waktu pembukaan nozel/injektor. Lama dan banyaknya penyemprotan diatur oleh ECM (Electronic/Engine Control Module) atau ECU (Electronic Control Unit) Terjadinya penyemprotan pada injektor adalah pada saat ECU memberikan tegangan listrik ke solenoid coil injektor. Dengan pemberian tegangan listrik tersebut solenoid coil akan menjadi magnet sehingga mampu menarik plunger dan mengangkat needle valve (katup jarum) dari dudukannya, sehingga saluran bahan bakar yang sudah bertekanan akan memancar keluar dari injektor.


E.    Katup
Fungsi katup sebenarnya untuk memutuskan dan menghubungkan ruang silinder di atas piston dengan udara luar pada saat yang dibutuhkan. Karena proses pembakaran gas dalam silinder mesin harus berlangsung dalam ruang bakar yang tertutup rapat. Jika sampai terjadi kebocoran gas meski sedikit, maka proses pembakaran akan terganggu. Oleh karenanya katup-katup harus tertutup rapat pada saat pembakaran gas berlangsung. Katup masuk dan katup buang berbentuk cendawan (mushroom) dan di sebut “poppet valve”. Katup masuk menerima panas pembakaran, dengan demikian katup mengalami pemuaian yang tidak merata yang akan berakibat dapat mengurangi efektivitas kerapatan pada dudukan katup. Untuk meningkatkan efisiensi biasanya lubang pemasukan dibuat sebesar mungkin. Sementara itu katup buang juga menerima tekanan panas, tekanan panas yang diterima lebih tinggi, hal ini akan mengurangi efektivitas kerapatan juga, sehingga akibatnya pada dudukan katup mudah terjadi keausan. Untuk menghindari hal tersebut, kelonggaran (clearence ) antara stem katup dan kepala stem dibuat lebih besar. Untuk membedakan katup masuk dengan katup buang dapat dilihat pada diameter keduanya, diameter katup masuk umumnya lebih besar dari pada katup buang.
F.    Exhaust Manifold
Exhaust manifold menampung gas bekas dari semua silinder dan mengalirkan gas tersebut ke pipa buang (exhaust pipe). Exhaust manifold dibaut pada kepala silinder, saluran manifold (manifold part) disambungkan langsung pada lubang gas bekas (exhaust port) pada silinder.
G.    Knalpot
Gas buang sepeda motor keluar disalurkan melalui knalpot ke udara luar. Bagian dalam knalpot dikonstruksi sedemikian rupa sehingga di samping menampung gas buang, knalpot juga dapat meredam suara (silencer). Biasanya panjang dan diameter knalpot sudah tertentu sehingga jika dilakukan perubahan (modifikasi) akan mempengaruhi kemampuan sepeda motor. Konstruksi knalpot tidak boleh (dilarang) untuk dirubah, dilubangi ataupun dicopot. Perubahan ini merupakan pelanggaran hukum dan pelakunya dapat dituntut. Konstruksi knalpot sepeda motor empat langkah dan sepeda motor dua langkah umumnya tidak sama. Knalpot sepeda motor dua langkah terdiri atas dua bagian yang disambungkan. Kedua bagian tersebut disambungkan dengan ring mur sehingga mudah dilepas. Hal ini dimaksudkan agar lebih mudah dibersihkan. Knalpot mesin dua langkah lebih cepat kotor dikarenakan pada proses pembakarannya oli ikut terbakar sehingga kemungkinan timbul kerak pada lubang knalpot sangat besar. Untuk itu knalpot sepeda motor dua langkah harus sering dibersihkan.
H.    Pipa Buang

Pipa buang (exhaust pipe) adalah pipa baja yang mengalirkan gas bekas dari exhaust manifold ke udara bebas. Pipa itu sendiri dibagi beberapa bagian, pipa bagian depan (front pipe), pipa bagian tengah (center pipe) dan pipa belakang (tail pipe). Susunan ini dibuat demikian untuk mempermudah saat penggantian catalytic converter atau muffler tanpa melepas sistem keseluruhannya
I.    Catalytic Converter (OC, TWC)
Catalytic converter merupakan komponen muffler dari emission control sistem. Bertujuan untuk mengurangi jumlah CO (carbon monoxide), HC (Hydrocarbon gas) dan Nox (oxides of nitrogen) yang terkandung dalam gas bekas. Ada 2 tipe catalytic converter, tipe catalyst yang terkenal adalah: tipe pellet dan tipe monolithic.
Type Monolithic, belakangan ini lebih banyak digunakan pada kendaraan, sebab mempunyai tahanan gas buang yang kecil, lebih ringan dan membantu mempercepat pemanasan pada mesin dibandingkan dengan tipe pellet. Sebuah catalytic converter terdiri atas salah satu dari dua catalyst yaitu: OC (Oxidation Catalyst) atau TWC (Three Way Catalyst). OC terdiri dari platinum dan palladium, yang dapat mengurangi CO dan HC. TWC mengandung platinum dan Rhodium yang dapat mengurangi CO dan HC terutama Nox.
J.    Muffler
Gas bekas (exhaust gas) dikeluarkan dari mesin dengan tekanan yang tinggi (kira-kira 3-5 kg/cm²) dan temperaturnya sekitar 600-800ºC. Besarnya panas ini kira-kira 34% dari energi panas yang dihasilkan oleh mesin.
Bila gas bekas dengan panas dan tekanan yang tinggi seperti ini langsung ditekan ke udara luar, maka gas tersebut akan mengembang dengan cepat sekali, menyebabkan timbulnya suara ledakan yang keras. Muffler digunakan untuk mencegah terjadinya hal tersebut. Gas bekas dikurangi tekanannya dan didinginkan saat melalui muffler



DPrinsip Kerja Sistem Pemasukan dan pembuangan Sepeda Motor

Saat piston melakukan langkah hisap, udara akan terhisap melewati filter udara. Udara akan disaring sehingga udara yang akan masuk ke ruang bakar dalam keadaan bersih dari debu maupun kotoran lainnya. Di mesin yang menggunakan pengkabutan karburator, udara dan bahan bakar bercampur dikarburator. Sedangkan pengkabutan injeksi, bahan bakar akan disemprotkan di intake manifold sehingga udara dan bahan bakar bercampur. Dari intake manifold campuran bahan bakar akan melewati katup masuk kemudian masuk keruang bakar.
Diruang bakar terjadi proses pembakaran yang akan menghasilkan gas buang. Gas buang akan keluar melalui katup buang diteruskan ke exshoust manifold menuju knalpot. Diknalpot gas buang melewati pipa buang menuju katalitic converter untuk mengurangi kadar gas emisi dengan mengikat gas CO, HC dan NOx. Setelah melewati katalytic converter menuju ke muffler untuk meredam suara ledakan akibat tekanan dan temperatur yang tinggi selanjutnya gas buang keluar dari sistem pembuangan.

E.     Rangkuman
Pada sistem pemasukan, udara melewati  filter udara, sedangkan bahan bakar masuk dan bercampur di  karburator sedangkan sistem EFI disemprotkan melalui injektor kemudian menuju  intake manifold ke katup masuk.
Sistem pembuangan, gas buang melewati katup buang kemudian menuju knalpot. Di knalpot gas buang melewati pipa buang menuju ke katalik konverter kemudian ke muffler setelah itu keluar dari sistem pembuangan. 

SILAHKANCOMENTNAMADANKELASKALIAN
SEPERTIBIASAITUUNTUKACUANSAYADALAMABSENIKELAS

Sunday, April 12, 2020

TUGAS PEMELIHARAAN MESIN SEPEDA MOTOR

Assalamualaikum wr,wb
Selamat Pagi anak anak,dipertemuan kali ini saya kasih tugas buat kalian yaitu :

Membuat Video/Vlog tentang pemeliharaan mesin sepeda motor, entah  mau membahas tentang prinsip kerja,komponen,atau kerusakan yang sering terjadi dan perawatannya atau membahas materi yang saya bagikan di blog kemaren.

Dengan ketentuan sebagai berikut :

  1. Video dibuat sendiri
  2. menggunakan baju werpack
  3. diedit se kreatif kalian dan diberi opening nama dan kelas kalian
  4. durasi minimal 10 menit
  5. baground sepeda motor kalo kalian bahas prinsip kerja/pengertiannya dan perawatan dan perbaikannya
  6. lebih bagus lagi kalian tutorialkan cara membongkar komponen dan bahas komponen itu diatas meja
  7. kalian bisa mengerjakan bareng bareng buat bantu satu sama lain, tp tetep tugas perorangan
kalau belum paham bisa cek youtube dichanel siboen motor/brt racing team

contoh;







Sekian dari saya...

Wassalamualaikum wr,wb



tugas saya tunggu sampai pukul 15;00 WIB

Saturday, April 4, 2020

PERAWATAN BERKALA SISTEM BAHAN BAKAR/FUEL SYSTEM

Assalamualaikum anak-anak
Sebelum kita bahan materi perawatan berkala sistem bahan bakar, sy akan bahas dulu tentang sistem-sistem yang ada dikarburator.


Pada sistem bahan bakar konvensional, komponen yang berfungsi untuk mencampur dan mengkabutkan bahan bakar adalah karburator. Karburator sendiri berfungsi untuk menyediakan campuran bahan bakar dengan udara dengan perbandingan yang tepat dan sesuai dengan yang dibutuhkan oleh mesin. Selain itu, karburator juga berfungsi untuk mengabutkan bahan bakar serta berfungsi untuk membuat campuran bahan bakar dan udara menjadi homogen.

Untuk mendapatkan perbandingan antara bahan bakar dan udara yang tepat sesuai dengan kebutuhan mesin maka pada karburator dilengkapi dengan beberapa sistem.
Sistem-sistem pada karburator sendiri antara lain sistem pelampung, sistem stasuiner (idle), sistem putaran lambat, sistem putaran tinggi, sistem tenaga, sistem percepatan, sistem cuk, Hot Idle Compensator (HIC), anti dieseling.

1. SISTEM PELAMPUNG (FLOAT SYSTEM)
Sistem pelampung pada karburator berfungsi untuk menjaga agar permukaan dari bahan bakar yang ada di dalam ruang pelampung tingginya tetap konstan dan sesuai dengan standar. Dengan adanya sistem pelampung dalam karburator maka dapat membuat jumlah bahan bakar yang dikabutkan dapat selalu dalam kondisi stabil.

2. SISTEM STASIONER (IDLE)
Sistem stasioner atau idle pada karburator berfungsi untuk menyediakan campuran bahan bakar dan udara pada saat mesin stasioner sehingga putaran mesin tetap langsam dan tidak akan mati. Sistem stasioner bekerja ketika katup throttle atau katup gas tidak bekerja (menutup). Bahan bakar pada keadaan ini akan mengalir melalui saluran idle port kemudian masuk ke dalam ruang bakar.

3. SISTEM PUTARAN LAMBAT
Sistem kecepatan lambat pada karburator berfungsi untuk menyediakan campuran bahan bakar dan udara pada saat katup throttle atau gas mulai dibuka agar mesin dapat bekerja pada kecepatan yang masih rendah. Bahan bakar pada keadaan ini akan mengalir melalui saluran idle port dan slow port kemudian masuk ke dalam ruang bakar.

3. SISTEM PITARAN TINGGI (HIGH SPEED SYSTEM)
Sistem kecepatan tinggi pada karburator berfungsi untuk menyediakan campuran bahan bakar dan udara pada saat mesin berputar dalam kecepatan tinggi sehingga pada sistem ini akan menyediakan campuran bahan bakar dan udara menjadi lebih banyak lagi untuk memperoleh output tenaga mesun yang tinggi pula. Pada jenis karburator yang memiliki barrel lebih dari satu, sistem kecepatan tinggi dibagi menjadi dua yaitu sistem kecepatan tinggi primer dan sistem kecepatan tinggi sekunder. Bahan bakar pada keadaan ini akan mengalir melalui nosel utama kemudian masuk ke dalam ruang bakar.

4. SISTEM TENAGA (POWER SYSTEM)
Sistem tenaga pada karburator berfungsi untuk menyediakan campuran bahan bakar dan udara pada saat mesin terbebani ( beban mesin meningkat). Beban mesin meningkat ketika kendaraan membawa muatan yang lebih berat, kendaraan sedang berjalan pada tanjakan dan lain-lainnya. Ketika beban mesin meningkat maka putaran mesin cenderung turun sehingga mengakibatkan kevakuman yang terjadi di dalam ruang venturi juga akan menurun. Karena kevakuman di ruang venturi menurun maka aliran bahan bakar yang melalui nosel utama menjadi berkurang. Oleh sebab itu diperlukan sistem tenaga yang akan menambah suplai bahan bakar ketika mesin dalam keadaan terbebani. Sistem tenaga bekerja berdasarkan kevakuman yang terjadi pada intake manifold.

5. SISTEM PERCEPATAN (ACCELERATION SYSTEM)
Pada saat pengendara menginjak pedal gas secara tiba-tiba maka katup throttle juga akan membuka secara tiba-tiba pula sehingga mengakibatkan aliran udara yang masuk ke dalam karburator akan menjadi cepat sehingga volume udara menjadi lebih banyak. Sementara pada bahan bakar alirannya akan lebih lambat (tidak dapat mengimbangi) karena berat jenis bahan bakar lebih besar dibandingkan dengan berat jenis udara. Oleh sebab itu ketika katup throttle dibuka secara mendadak maka akan mengakibatkan campuran bahan bakar dan udara menjadi kurus. Padahal saat akselerasi ini dibutuhkan campuran yang kaya

Untuk menghindari campuran yang kurus saat percepatan (akselerasi) maka dibuatlah sistem akselerasi pada karburator. Fungsi dari sistem akselerasi pada karburator  yaitu untuk menambah volume bahan bakar yang dialirkan saat pengendara melakukan akselerasi.

6. SISTEM CUK (CHOOKE SYSTEM)
Pada saat mesin dalam keadaan dingin maka bahan bakar tidak akan dapat menguap dengan baik, sebagian bahan bakar akan mengembun di dinding intake manifold. Keadaan tersebut akan berakibat membuat campuran bahan bakar dan udara menjadi kurus pada saat mesin dingin sehingga mesin akan susah untuk dinyalakan
Untuk mengatasi masalah tersebut maka pada karburator dilengkapi dengan sistem cuk. Sistem cuk berfungsi untuk menutup saluran udara sebelum masuk ke venturi (nosel utama) sehingga ruang dibawah katup cuk akan bertambah kevakumannya saat mesin distart atau dihidupkan). Karena kevakuman pada ruang dibawah katup cuk meningkat, akibatnya bahan bakar akan keluar dari nosel utama sehingga campuran bahan bakar dan udara menjadi kaya.

7. HOT IDLE COMPENSATOR (HIC)
Sistem Hot Idle Compensator (HIC) pada karburator berfungsi untuk menambah suplai udara di dalam intake manifold pada saat temperatur mesin meningkat karena jika temperatur mesin meningkat maka bahan bakar berkemungkinan akan mudah menguap, sehingga jika kendaraan berjalan lambat maka campuran bahan bakar dan udara dapat menjadi kaya. Untuk mencegah hal tersebut maka digunakan sistem HIC untuk menambah suplai udara pada kondisi tersebut. Sistem HIC menggunakan katup thermostatic dengan bi-metal yang dapat membuka dan menutup berdasarkan suhu atau temperatur.

8. ANTI DIESELING
Anti dieseling pada karburator berfungsi untuk menutup bahan bakar yang mengalir ke saluran idle port saat kunci kontak dimatikan. Hal ini bertujuan untuk mencegah terjadinya dieseling pada mesin yaitu mesin masih menyala saat kunci kontak telah dimatikan. Menyalanya mesin disebabkan karena temperatur mesin yang panas sehingga walaupun busi tidak memercikkan bunga api, campuran bahan bakar dan udara yang masuk ke dalam ruang bakar masih dapat terbakar karena panas mesin. Untuk itu aliran bahan bakar yang mengalir ke ruang bakar harus dihentikan. Oleh sebab itu dilengkapilah anti dieseling pada karburator. Sistem ini menggunakan katup solenoid yang akan membuka saluran ketika kunci kontak on dan akan menutup saluran ketika kunci kontak off.

A. PERAWATAN BERKALA SISTEM BAHAN BAKAR KONVENSINAL

Sistem bahan bakar memerlukan perawatan berkala agar dapat menjalankan fungsinya secara maksimal. perawatan berkala sistem bahan bakar karburator meliputi kegiatan pemeriksaan, pembersihan dan penyetelan komponen. berikut dijelaskan beberapa contoh pekerjaan perawatan berkala sistem bahan bakar karburator. 

 1 . Memeriksa tangki bahan bakar
tangki bahan bakar tergolong komponen yang membutuhkan perawatan berkala, tetapi cukup diperiksa dan dikondiskan. pemeriksaan ini bertujuan untuk mengetahui apakah didalam tangki terdapat endapan kotoran atau air dan timbulnya karat ditangki. bila saat pemeriksaan ditemukan adanya endapan kotoran atau air, tangki harus dikuras.

2. Memeriksa kondisi selang bahan bakar
selang bahan bakar juga tergolong komponen yang tidak membutuhkan perawatan berkala, selang bahan bakar jarang sekali rusak atau bocor. pemeriksaan selang bahan bakar bertujuan untuk mengetahui kondisi selang bahan bakar. seperti tertekuk, retak-retak, atau mengeras. bila menjumpai  kondisi tersebut, selang bahan bakar harus segera diganti karena dapat menyebabkan kebocoran aliran bahan bakar dan kebakaran.

3. Memeriksa dan membersihkan saringan bahan bakar
saringan bahan bakar yang digunakan sistem bahan bakar karburator biasanya memiliki usia pakai yang cukup lama. komponen ini biaanya terpasang diluar tangki bahan bakar, yaitu berada diantara tangki bahan bakar dan keran bensin. saringan bahan bakar cukup diperiksa saat perawatan berkala dan bila kotor dapat dibersihkan dengan bantuan udara bertekana dan bahan bakar. indikasi saringan bahan bakar kotor adalah aliran bahan bakar terhambat setelah melewati saringan bahan bakar.

4. Memeriksa keran bahan bakar
keran bahan bakar tidak membutuhkan perawatan berkala. prosedurpemeriksaannya pun mudah, yaitu dengan melihat aliran bahan bakar saat keran di posisi ON dan OFF. bila keran diposisikan OFF, tidak boleh ada bahan bakar yang mengalir ke tangki. pada posisi ON, bahan bakar harus mengalir dan alirannya tidak boleh terhambat (lancar). untuk keran bahan bakar otomatis, saat mesin tidak menyala tidak boleh ada bahan bakar yang ngalir.

5. Membersihkan dan menyetel karburator
ada dua pekerjaan yang paling sering dilakukan mekanik saat melakukan perawatan berkala karburator, yaitu membersihkan dan menyetel karburator.

B. PERAWATAN BERKALA SISTEM BAHAN BAKAR INJEKSI

meski sistem bahan bakar injeksi dirancang unuk minimalkan proses perawatan, tetapi sistem bahan bakar injeksi tetap membuthkan perawatan berkala. perawatan berkala yang dilakukan pada sistem bahan bakar injeksi sebagian besar hanya berupa tindakan pemeriksaan dan pengukuran. tindakan penyetelan hampir tidak ditemukan saat proses perawatan berkala sistem bahan bakar injeksi.  berikut ini dijelaskan beberapa contoh pekerjaan perawatan berkala sistem bahan bakar injeksi.

1. Memeriksa tangki bahan bakar dan selang bahan bakar
tangki bahan bakar tergolong komponen yang membutuhkan perawatan berkala, tetapi cukup diperiksa dan dikondiskan. pemeriksaan ini bertujuan untuk mengetahui apakah didalam tangki terdapat endapan kotoran atau air dan timbulnya karat ditangki. bila saat pemeriksaan ditemukan adanya endapan kotoran atau air, tangki harus dikuras.

2. mengganti saringan bahan bakar
saringan bahan bakar berfungsi menyaring kotoran  didalam tangki sebelum dihisap oleh pompa bahan bakar, sebagian besar saringan bahan bakar terpasang menjadi satu dengan pompa bahan bakar. jadi untuk perawatannya biasanya langsung diganti secara berkala setelah menempuh jaraj tertentu.

3. pengukuran tekanan bahan bakar
tekanan bahan bakar adalah salah satu parameter utama sistem bahan bakar injeksi. banyak kasus kerusakan atau permasalahan sistem bahan bakar injeksi dapat terdeteksi melalui pengukuran tekanan bahan bakar. pengukuran tekanan bahan bakar ini membutuhkan alat bantu khusus.

4. pemeriksaan kerusakan sistem injeksi
sistem injeksi bahan bakar menggunakan sistem kontrol elektronik yang memiliki kemampuan self diagnoisis. self diagnosis adalah kemampuan suatu sistem untuk memeriksa kondisi sistem dan menetukan kondisi sistem berdasarkan hasil pemeriksaannya. pada sistem injeksi self diagnosis dihunakan untuk memanta semua komponen sistem injeksi bahan bakar dan bila terjadi gangguan akan melaporkannya. bentuk pelaporan ini berupa kedipan MIL dan pencatatan kode kerusaan di memori ECCU.

5. memeriksan pompa bahan bakar
kondisi pompa bahan bakar sebenarnya sudah dapat dilihat dengan pengukuran tekanan bahan bakar. pemeriksaan ini dilakukan sebagai alternatif jika pengukuran tekanan bahan bakar tidak dapat dilakukan karena berbagai hal, misalnya tidak tersedia fuell preassure gauge dibengkel. pemeriksaan ini sangat mudah dilakukan .

6. memeriksan pengatur tekanan bahan bakar (fuel pressure regulator)
tidak ada prosedur khusus untuk memeriksa kondisi pengaturan tekanan bahan bakar, prosedurnya sama dengan cara pengukuran tekanan bahan bakar. bila hasil pengukuran tidak sesuai standar, kerusakan dapat berasal dari pengatur tekanan bahan bakar atau pompa bahan bakar.

7. memeriksa injektor
injektor adalah komponen terakhir dalam sistem bahan bakar injeksi. pada injeksi inilah bahan bakar bertekanan disemprotkan hingga bentuknya menyerupai kabut. jumlah injektor biasanya sesuai denga jumlah silinder pada sepeda motor. injetor biasanya terpasa disaluran masuk, lebih tepatnya di intake manifold atau throttle body. kondisi injektor dapat diperiksa saat terpasan dimesin dan saat terlepas dari mesin.

SEKIAN DULU DARI SAYA

Wassalamualaikum wr,wb

SOAL DIKERJAKAN DIBUKU KALIAN DAN DIFOTO YANG JELAS TERUS KIRIM KE WA PAK RIFKI dengan format memberi nama dan kelas kalian
  1. jelaskan cara membersihkan karburator dan tata cara menyetel putaran idle
  2. tulis dibuku kalian minimal 10 sensor pada sistem injeksi dan fungsinya serta tuliskan berapa kedipannya
  3. tuliskan tata cara meresett dan merubah mode 
SOAL DITULIS DIBUKU KALIAN........



Monday, March 30, 2020

Asssalamualaikum wr.wb

selamat pagi anak-anak dipertemuan hari ini kita akan bahan tentang materi sistem bahan bakar/Fuel System

Sistem Bahan Bakar/Fuel System Sepeda motor

Sistem Bahan Bakar Adalah rangkaian komponen yang bekerja saling berkaitan dan bertujuan untuk mensuplai campuran bahan bakar dan udara yang dibutuhkan untuk pembakaran dalam kuantitas maupun kualitas yang sesuai dengan kebutuhan mesin,

pada sepeda motor sistem bahan bakar dibagi menjadi 2
1. sistem bahan bakar konvensional
2. sistem bahan bakar injeksi

perbedaan diantara keduanya yaitu terletak pada cara pemasokan bahan bakar ke dalam ruang bakar kalau sistem bahan bakar konvensional dengan cara mengalir (karburator) dan kalau sistem bahan bakar injeksi yaitu dengan cara disemprotkan (injektor)

Prinsip Kerja Karburator Motor :

   Sejak mesin dihidupkan sampai kendaraan berjalan pada kondisi yang stabil, perbandingan campuran bahan bakar dengan udara mengalami beberapa kali perubahan, untuk melakukan perubahan perbandingan bahan bakar dengan udara sesuai dengan kondisi mesin, maka terdapat beberapa sistem kerja karburator ( Tipe karburator ).

Tipe karburator berdasarkan konstruksinya :

1. Karburator dengan venturi tetap ( fixed ventury )
2. Karburator dengan venturi berubah-ubah ( variabel ventury ) / slide karburator
3. Karburator dengan kecepatan konstan ( constan velocity carburetor )

Prinsip kerja karburator ini berdasarkan hukum-hukum fisika seperti continuitas dan bernauli. Apabila suatu fluida mengalir melalui suatu tabung maka banyaknya fluida yang mengalir adalah
( Q= A . V = konstan )


  • Q = debet aliran ( meter kubik/jam )
  • A = Luas penampang tabung ( meter perssegi )
  • V = kecepatan aliran ( meter per sekon , m/s )
  • P = tekanan fluida

Tekanan fluida ( P ) sepanjang tabung alir yang berdiameter sama juga akan tetap ( konstan ). Jika terdapat bagian tabung alir yang diameternya diperkecil maka kecepatan alirnya akan bertambah ( naik ) dan tekanan fluida ( P ) akan berkurang ( turun ). Prinsip inilah yang digunakan untuk mengalirkan bahan bakar dari ruang pelampung karburator dengan memperkecil diameter alir atmosfer / udara didalam karburator untuk dihisap oleh mesin ( silinder ) pada langkah hisap. Bagian yang mengecil ini disebut venturi,
seperti gambar dibawah ini

Ket :
1. Tekanan atmosfer
2. Saluran masuk
3. Venturi

Tipe Karburator Sepeda Motor

Berdasarkan konstruksnya karburator pada sepeda motor dapat dibedakan menjadi 3 yaitu :


  • Karburator dengan venturi tetap ( fixed ventury )

Karburator ini merupakan karburator yang diameter venturi nya tidak bisa diubah-ubah lagi, besarnya aliran udara tergantung pada perubahan throttle butterfly ( katup gas ), pada tipe ini biasanya terdapat pilot jet untuk kecepatan idle / langsam, sistem kecepatan utama sekunder untuk memenuhi proses pencampuran udara bahan bakar yang tepat pada setiap kecepatan. Terdapat juga sistem akselerasi atau percepatan untuk mengantisipasi saat mesin di gas tiba-tiba, semua sistem tambahan tersebut dimaksudkan untuk membantu agar mesin bisa lebih responsif karena katup throrrle mempunyai keterbatasan dalam membentuk venturi.


  • Karburator dengan venturi berubah-ubah ( variable ventury / slide carburetor )

Karburator dengan venturi berubah-ubah menempatkan throttle valve atau throtle piston ( skep ) berada didalam venturi dan langsung dioperasikan oleh kawat gas, oleh karena itu, diameter venturi bisa di bedakan ( bervariasi ) sesuai dengan besarnya aliran campuran bahan bakar dengan udara dalam karburator. Karburator tipe ini dalam menyalurkan bahan bakar hanya melalui main jet ( spuyer utama ) yang dikontrol oleh needle ( jarum ), karena bentuk jarum dirancang tirus, hal ini akan mengurangi jet ( spuyer ) dan saluran tambahan lainnya seperti yang terdapat pada karburator venturi tetap.


  • Karburator dengan kecepatan konstan ( Constan velocity carburetor )

Karburator ini merupakan gabungan antara dari kedua tipe karburator diatas, yaitu variable ventury yang dilengkapi katup gas ( throttle valve butterfly ), sering disebut juga dengan karburator CV ( CV karburator ), piston valve yang berada dalam venturi berfungsi agar diameter venturi berubah-ubah dengan bergeeraknya piston tersebut keatas dan kebawah, prgerakan piston valve ini tidak dioperasikan oleh kawat gas seperti pada karburator variable ventury, tetapi oleh tekanan negatif ( kevakuman ) dalam venturi tersebut.


yang akan kita bahas pada pertemuan awal ini yaitu mengenai komponen dari sistem bahan bakar

Komponen dan fungsi komponen sistem bahan bakar konvensional

1. Tangki Bahan bakar
Berfungsi sebagai tempat atau penampung bahan bakar yang dilengkapi pelampung sebagai alat ukur isi bensin, juga dilengkapi dengan kran bensin yang digunakan untuk mengalirkan atau menutup bahan bakar bensin ke karburator.

2. Selang Bahan Bakar
Berfungsi untuk mengalirkan bahan bakar dari tangki bahan bakar sampai ke karburator/injektor

3. Karburator
Berfungsi untuk Mengubah bahan bakar cair menjadi bentuk gas atau kabut
Mencampur bahan bakar bensin dengan udara pada perbandingan yang tepat, secara teori 1: 14,7 ( 1: 15 )Dapat memberi kebutuhan campuran bahan bakar dengan udara sesuai dengan operasi mesin.

4. Saringan udara / Filter
Berfungsi memisahkan kotoran yang akan bercampur dengan bahan bakar pada karburator yang akan masuk kedalam silinder.

Bagian-bagian Utama Karburator Sepeda Motor

  • Tabung : berbentuk silinder, adalah tempat terjadinya campuran bahan bakar dan udara.
  • Main nozzle : ( percik utama ) yaitu pemancar utama yang mengabutkan bahan bakar.
  • Venturi : bagian yang sempit didalam karburator, berfungsi untuk mempertinggi kecepatan aliran udara.
  • Katup throttle : untuk mengatur besar kecilnya pembukaan tabung karburator yang berarti mengatur campuran udara dan bahan bakar.
  • Wadah bahan bakar/Float chamber : brfungsi untuk menampung bahan bakar dan dilengkapi dengan peelampung.
  • Spuyer utama : berfungsi mengontrol aliran bahan bakar pada sistem utama.
  • Pilot jet : berfungsi sebagai pengontrol jumlah aliran bahan bakar atau udara melalui bentuk ketirusan..
  • Jet needle ( jarum ) : berfungsi mengontrol jumlah aliran bahan bakar dan udara melalui bentuk ketirusan ( jarum pengabut ).
  • Pilot air jet : berfungsi mengontrol jumlah udara pada pilot sistem pada putaran stasioner keputaran rendah
  • Diafragma dan Pegas : berfungsi bekerja berdasarkan perbedaan tekanan diantara tekanan udara luar dan tekanan negatif
  • Main air jet : berfungsi mengontrol udara pada pencampuran bahan bakar dan udara pada putaran menengah dan tinggi.
  • Pilot screw : berfungsi mengontrol jumlah udara dan bahan bakar yang keluar pada pilot outlet.


Komponen dan fungsi komponen sistem bahan bakar Injeksi


Pada dasarnya, prinsip kerja sistem injeksi adalah mengontrol aliran bahan bakar secara elektronik, mulai dari tangki hingga masuk ke ruang bakar. Aliran bahan bakar ini diproses dalam bentuk kabut dengan volume, sesuai permintaan mesin sehingga teknologi ini lebih irit dari teknologi pengabut bahan bakar karburator


Komponen-komponen sistem bahan bakar pada mesin EFI antara lain :

1. Tangki bahan bakar (Fuel tank)

Tangki bahan bakar atau fuel tank berfungsi untuk menyimpan/ menyediakan bahan bakar di dalam kendaraan.

2. Saringan bahan bakar (Fuel filter)

Saringan bahan bakar atau fuel filter berfungsi untuk menyaring kotoran-kotoran yang ada di dalam bahan bakar agar nantinya kotoran-kotoran ini tidak mengganggu kinerja (menyumbat) komponen-komponen lainnya pada sistem bahan bakar.

3. Pompa bahan bakar (Fuel pump)

Pompa bahan bakar atau fuel pump berfungsi untuk memompa bahan bakar agar dapat bersirkulasi pada sistem bahan bakar.

4. Selang/ pipa bahan bakar (Fuel line)

Selang atau pipa bahan bakar berfungsi sebagai tempat untuk menyalurkan bahan bakar dari komponen-komponen sistem bahan bakar. selang disini beda dengan selang pada sistem bahan bakar konvensional karena untuk yang injeksi ada pengunci berfungsi mengunci selang akibat dari tekanan pompa bahan bakar

5. Pipa pembagi/ penyalur (Fuel delivery pipe)
Pipa pembagi atau fuel delivery pipe merupakan komponen pada sistem bahan bakar yang berhubungan dengan injektor. Pipa pembagi bahan bakar berfungsi untuk menyalurkan bahan bakar ke injektor. digunakan untuk yang bersilinder lebih dari 1

6. Pressure regulator

Pressure regulator pada sistem bahan bakar EFI berfungsi untuk menjaga tekanan pada pipa pembagi agar tekanannya tetap stabil. Besar tekanan bahan bakarnya pada pipa pembagi ini diatur sebesar 2,55-2,9 kg/cm2. Apabila tekanan bahan bakarnya melebihi spesifikasi yang telah ditentukan maka katup (valve) pada regulator tekanan akan membuka sehingga bahan bakar akan dialirkan kembali ke dalam tangki.

7. Pultation damper
Pulsation damper berfungsi untuk mencegah terjadinya fluktuasi (menyerap kejutan dari variasi tekanan bahan bakar yang terjadi) tekanan dari bahan bakar di pipa pembagi. Pultation damper ini tidak terdapat pada semua mesin EFI, hanya beberapa mesin EFI yang menggunakan komponen ini.

8. Injektor

Injektor berfungsi untuk menyemprotkan atau menginjeksikan bahan bakar ke dalam intake manifold (tipe MPI) atau ke ruang bakar (tipe GDI).

9. Cold Start Injector
Cold start injector atau injekjor tambahan ketika start dingin merupakan komponen pada sistem bahan bakar yang berfungsi untuk membantu/ menambah penginjeksian bahan bakar ketika kondisi mesin masih dalam keadaan dingin. Cold start injector ini tidak terdapat pada semua mesin EFI, hanya beberapa mesin EFI yang menggunakan komponen ini.

10. Pipa pengembali bahan bakar (Return pipe)

Pipa pengembali bahan bakar berfungsi sebagai tempat menyalurkan kelebihan tekanan bakan bakar pada pipa pembagi untuk kembali ke dalam tangki bahan bakar

HOTS (High Order Thinking Skills)

1. Anton barusaja lulus dari SMK dan sedang merintis usaha bengkel yag sudah la diimoikannya, anton mambuka usaha bengkel dengan dua temannya yang juga baru lulus. Suatu ketika bengkelnya didatangi knsumen yang sepeda motornya macet setelah menerjang genangan air dijalan. anton dan teman-temannya mulai memeriksa semua komponen yang menjadi penyebab mesin macet. hasil dari pemeriksaan sistem pengapian ternyata tidak ada masalah sehingga diputuskan untuk memeriksa sistem bahan bakar. mereka bertiga menyimpulkan bahwa ada air yang masuk ke dalam sistem bahan bakar sehingga macet. cara termudah untuk memeriksa apakah terdapat air dalam sistem bahan bakar adalah...
a. membuka baut pembuanganbahanbakar diruang pelampung
b. melepas selang bahan bakar yang menuju kekarburator
c. melepas selang vakum yang menuju ke keran bensin
d. melepas dan membongkar karburator
e. membuka tutup tangki dan memeriksa keberadaan air didalam tangki
ALASAN : ............

2. Pada pagi hari adi sedang memanaskan mesin sepeda motornya didepan rumah, saat adi melihat kebelakang ternyata warna asap knalpotnya berwarna hitam pekat. komponen sistem bahan bakar yang perlu diperiksa adalal...
a. knalpot
b. tangki bahan bakar
c. selang bahan bakar
d. keran bahan bakar
e. karburator
ALASAN : ................

3. Tekanan bahan bakar didala injeksi harus diatur agar nilainya sesuai dengan spesifikasi. kelebihan atau kekurangan tekanan bahan bakar didalam sistem injeksi dapat memengaruhi pembentukan campuran udara dan bahan bakar. bila tekanan bahan bakar terlalu besar dapat berakibat...
a. campuran udara dan bahan bakar yang terbentuk menjadi kurus
b. kecepatan aliran bahan bakar yang mengalir dari tangki menjadi terlalu cepat
c. kecepatan aliran bahan bakar yang mengalir dari tangki menjadi terlalu lambat
d. jumlah bahan bakar yang disemprotkan injektor mejadi terlalu banyak
e. jumlah bahan bakar yang disemprotkan injektor menjadi terlalu sedikit
ALASAN : ................

4. Selang bahan bakar yang digunakan untuk sistem injeksi dirancang untuk mampu menahan tekanan bahan bakar yang tinggi. agar lebih kuat, biasanya kontruksi selang dilengkapi dengan ayaman nilon atau kawat. bila anyaman nilon atau kawat putus atau rusak, maka akan terjadi...
a. selang bahan bakar menggelembung atau pecah
b. kenaikan bahan bakar di delivery pipe
c. kerja pompa bahan bakar menjadi berat
d. pressure regulator mengurangi tekanan di delivery pipe
e. aliran bahan bakar menjadi terhambat
ALASAN : ..................

Sekian dulu dari saya, untuk pertemuan berikutnya kita akan bahas tentang sistem yang ada di karburator dan injeksi serta kerusakan yang sering terjadi

jangan lupa untuk coment, karena coment sebagai acuan saya dalam absensi kelas...


wassalamualaikum wr.wb


Perawatan sistem pemasukan dan pembuangan

BAB II PERAWATAN SISTEM PEMASUKAN DAN PEMBUANGAN A.        Deskripsi Singkat             Sistem pemasukan dan pembuangan sepeda moto...