Saturday, April 4, 2020

PERAWATAN BERKALA SISTEM BAHAN BAKAR/FUEL SYSTEM

Assalamualaikum anak-anak
Sebelum kita bahan materi perawatan berkala sistem bahan bakar, sy akan bahas dulu tentang sistem-sistem yang ada dikarburator.


Pada sistem bahan bakar konvensional, komponen yang berfungsi untuk mencampur dan mengkabutkan bahan bakar adalah karburator. Karburator sendiri berfungsi untuk menyediakan campuran bahan bakar dengan udara dengan perbandingan yang tepat dan sesuai dengan yang dibutuhkan oleh mesin. Selain itu, karburator juga berfungsi untuk mengabutkan bahan bakar serta berfungsi untuk membuat campuran bahan bakar dan udara menjadi homogen.

Untuk mendapatkan perbandingan antara bahan bakar dan udara yang tepat sesuai dengan kebutuhan mesin maka pada karburator dilengkapi dengan beberapa sistem.
Sistem-sistem pada karburator sendiri antara lain sistem pelampung, sistem stasuiner (idle), sistem putaran lambat, sistem putaran tinggi, sistem tenaga, sistem percepatan, sistem cuk, Hot Idle Compensator (HIC), anti dieseling.

1. SISTEM PELAMPUNG (FLOAT SYSTEM)
Sistem pelampung pada karburator berfungsi untuk menjaga agar permukaan dari bahan bakar yang ada di dalam ruang pelampung tingginya tetap konstan dan sesuai dengan standar. Dengan adanya sistem pelampung dalam karburator maka dapat membuat jumlah bahan bakar yang dikabutkan dapat selalu dalam kondisi stabil.

2. SISTEM STASIONER (IDLE)
Sistem stasioner atau idle pada karburator berfungsi untuk menyediakan campuran bahan bakar dan udara pada saat mesin stasioner sehingga putaran mesin tetap langsam dan tidak akan mati. Sistem stasioner bekerja ketika katup throttle atau katup gas tidak bekerja (menutup). Bahan bakar pada keadaan ini akan mengalir melalui saluran idle port kemudian masuk ke dalam ruang bakar.

3. SISTEM PUTARAN LAMBAT
Sistem kecepatan lambat pada karburator berfungsi untuk menyediakan campuran bahan bakar dan udara pada saat katup throttle atau gas mulai dibuka agar mesin dapat bekerja pada kecepatan yang masih rendah. Bahan bakar pada keadaan ini akan mengalir melalui saluran idle port dan slow port kemudian masuk ke dalam ruang bakar.

3. SISTEM PITARAN TINGGI (HIGH SPEED SYSTEM)
Sistem kecepatan tinggi pada karburator berfungsi untuk menyediakan campuran bahan bakar dan udara pada saat mesin berputar dalam kecepatan tinggi sehingga pada sistem ini akan menyediakan campuran bahan bakar dan udara menjadi lebih banyak lagi untuk memperoleh output tenaga mesun yang tinggi pula. Pada jenis karburator yang memiliki barrel lebih dari satu, sistem kecepatan tinggi dibagi menjadi dua yaitu sistem kecepatan tinggi primer dan sistem kecepatan tinggi sekunder. Bahan bakar pada keadaan ini akan mengalir melalui nosel utama kemudian masuk ke dalam ruang bakar.

4. SISTEM TENAGA (POWER SYSTEM)
Sistem tenaga pada karburator berfungsi untuk menyediakan campuran bahan bakar dan udara pada saat mesin terbebani ( beban mesin meningkat). Beban mesin meningkat ketika kendaraan membawa muatan yang lebih berat, kendaraan sedang berjalan pada tanjakan dan lain-lainnya. Ketika beban mesin meningkat maka putaran mesin cenderung turun sehingga mengakibatkan kevakuman yang terjadi di dalam ruang venturi juga akan menurun. Karena kevakuman di ruang venturi menurun maka aliran bahan bakar yang melalui nosel utama menjadi berkurang. Oleh sebab itu diperlukan sistem tenaga yang akan menambah suplai bahan bakar ketika mesin dalam keadaan terbebani. Sistem tenaga bekerja berdasarkan kevakuman yang terjadi pada intake manifold.

5. SISTEM PERCEPATAN (ACCELERATION SYSTEM)
Pada saat pengendara menginjak pedal gas secara tiba-tiba maka katup throttle juga akan membuka secara tiba-tiba pula sehingga mengakibatkan aliran udara yang masuk ke dalam karburator akan menjadi cepat sehingga volume udara menjadi lebih banyak. Sementara pada bahan bakar alirannya akan lebih lambat (tidak dapat mengimbangi) karena berat jenis bahan bakar lebih besar dibandingkan dengan berat jenis udara. Oleh sebab itu ketika katup throttle dibuka secara mendadak maka akan mengakibatkan campuran bahan bakar dan udara menjadi kurus. Padahal saat akselerasi ini dibutuhkan campuran yang kaya

Untuk menghindari campuran yang kurus saat percepatan (akselerasi) maka dibuatlah sistem akselerasi pada karburator. Fungsi dari sistem akselerasi pada karburator  yaitu untuk menambah volume bahan bakar yang dialirkan saat pengendara melakukan akselerasi.

6. SISTEM CUK (CHOOKE SYSTEM)
Pada saat mesin dalam keadaan dingin maka bahan bakar tidak akan dapat menguap dengan baik, sebagian bahan bakar akan mengembun di dinding intake manifold. Keadaan tersebut akan berakibat membuat campuran bahan bakar dan udara menjadi kurus pada saat mesin dingin sehingga mesin akan susah untuk dinyalakan
Untuk mengatasi masalah tersebut maka pada karburator dilengkapi dengan sistem cuk. Sistem cuk berfungsi untuk menutup saluran udara sebelum masuk ke venturi (nosel utama) sehingga ruang dibawah katup cuk akan bertambah kevakumannya saat mesin distart atau dihidupkan). Karena kevakuman pada ruang dibawah katup cuk meningkat, akibatnya bahan bakar akan keluar dari nosel utama sehingga campuran bahan bakar dan udara menjadi kaya.

7. HOT IDLE COMPENSATOR (HIC)
Sistem Hot Idle Compensator (HIC) pada karburator berfungsi untuk menambah suplai udara di dalam intake manifold pada saat temperatur mesin meningkat karena jika temperatur mesin meningkat maka bahan bakar berkemungkinan akan mudah menguap, sehingga jika kendaraan berjalan lambat maka campuran bahan bakar dan udara dapat menjadi kaya. Untuk mencegah hal tersebut maka digunakan sistem HIC untuk menambah suplai udara pada kondisi tersebut. Sistem HIC menggunakan katup thermostatic dengan bi-metal yang dapat membuka dan menutup berdasarkan suhu atau temperatur.

8. ANTI DIESELING
Anti dieseling pada karburator berfungsi untuk menutup bahan bakar yang mengalir ke saluran idle port saat kunci kontak dimatikan. Hal ini bertujuan untuk mencegah terjadinya dieseling pada mesin yaitu mesin masih menyala saat kunci kontak telah dimatikan. Menyalanya mesin disebabkan karena temperatur mesin yang panas sehingga walaupun busi tidak memercikkan bunga api, campuran bahan bakar dan udara yang masuk ke dalam ruang bakar masih dapat terbakar karena panas mesin. Untuk itu aliran bahan bakar yang mengalir ke ruang bakar harus dihentikan. Oleh sebab itu dilengkapilah anti dieseling pada karburator. Sistem ini menggunakan katup solenoid yang akan membuka saluran ketika kunci kontak on dan akan menutup saluran ketika kunci kontak off.

A. PERAWATAN BERKALA SISTEM BAHAN BAKAR KONVENSINAL

Sistem bahan bakar memerlukan perawatan berkala agar dapat menjalankan fungsinya secara maksimal. perawatan berkala sistem bahan bakar karburator meliputi kegiatan pemeriksaan, pembersihan dan penyetelan komponen. berikut dijelaskan beberapa contoh pekerjaan perawatan berkala sistem bahan bakar karburator. 

 1 . Memeriksa tangki bahan bakar
tangki bahan bakar tergolong komponen yang membutuhkan perawatan berkala, tetapi cukup diperiksa dan dikondiskan. pemeriksaan ini bertujuan untuk mengetahui apakah didalam tangki terdapat endapan kotoran atau air dan timbulnya karat ditangki. bila saat pemeriksaan ditemukan adanya endapan kotoran atau air, tangki harus dikuras.

2. Memeriksa kondisi selang bahan bakar
selang bahan bakar juga tergolong komponen yang tidak membutuhkan perawatan berkala, selang bahan bakar jarang sekali rusak atau bocor. pemeriksaan selang bahan bakar bertujuan untuk mengetahui kondisi selang bahan bakar. seperti tertekuk, retak-retak, atau mengeras. bila menjumpai  kondisi tersebut, selang bahan bakar harus segera diganti karena dapat menyebabkan kebocoran aliran bahan bakar dan kebakaran.

3. Memeriksa dan membersihkan saringan bahan bakar
saringan bahan bakar yang digunakan sistem bahan bakar karburator biasanya memiliki usia pakai yang cukup lama. komponen ini biaanya terpasang diluar tangki bahan bakar, yaitu berada diantara tangki bahan bakar dan keran bensin. saringan bahan bakar cukup diperiksa saat perawatan berkala dan bila kotor dapat dibersihkan dengan bantuan udara bertekana dan bahan bakar. indikasi saringan bahan bakar kotor adalah aliran bahan bakar terhambat setelah melewati saringan bahan bakar.

4. Memeriksa keran bahan bakar
keran bahan bakar tidak membutuhkan perawatan berkala. prosedurpemeriksaannya pun mudah, yaitu dengan melihat aliran bahan bakar saat keran di posisi ON dan OFF. bila keran diposisikan OFF, tidak boleh ada bahan bakar yang mengalir ke tangki. pada posisi ON, bahan bakar harus mengalir dan alirannya tidak boleh terhambat (lancar). untuk keran bahan bakar otomatis, saat mesin tidak menyala tidak boleh ada bahan bakar yang ngalir.

5. Membersihkan dan menyetel karburator
ada dua pekerjaan yang paling sering dilakukan mekanik saat melakukan perawatan berkala karburator, yaitu membersihkan dan menyetel karburator.

B. PERAWATAN BERKALA SISTEM BAHAN BAKAR INJEKSI

meski sistem bahan bakar injeksi dirancang unuk minimalkan proses perawatan, tetapi sistem bahan bakar injeksi tetap membuthkan perawatan berkala. perawatan berkala yang dilakukan pada sistem bahan bakar injeksi sebagian besar hanya berupa tindakan pemeriksaan dan pengukuran. tindakan penyetelan hampir tidak ditemukan saat proses perawatan berkala sistem bahan bakar injeksi.  berikut ini dijelaskan beberapa contoh pekerjaan perawatan berkala sistem bahan bakar injeksi.

1. Memeriksa tangki bahan bakar dan selang bahan bakar
tangki bahan bakar tergolong komponen yang membutuhkan perawatan berkala, tetapi cukup diperiksa dan dikondiskan. pemeriksaan ini bertujuan untuk mengetahui apakah didalam tangki terdapat endapan kotoran atau air dan timbulnya karat ditangki. bila saat pemeriksaan ditemukan adanya endapan kotoran atau air, tangki harus dikuras.

2. mengganti saringan bahan bakar
saringan bahan bakar berfungsi menyaring kotoran  didalam tangki sebelum dihisap oleh pompa bahan bakar, sebagian besar saringan bahan bakar terpasang menjadi satu dengan pompa bahan bakar. jadi untuk perawatannya biasanya langsung diganti secara berkala setelah menempuh jaraj tertentu.

3. pengukuran tekanan bahan bakar
tekanan bahan bakar adalah salah satu parameter utama sistem bahan bakar injeksi. banyak kasus kerusakan atau permasalahan sistem bahan bakar injeksi dapat terdeteksi melalui pengukuran tekanan bahan bakar. pengukuran tekanan bahan bakar ini membutuhkan alat bantu khusus.

4. pemeriksaan kerusakan sistem injeksi
sistem injeksi bahan bakar menggunakan sistem kontrol elektronik yang memiliki kemampuan self diagnoisis. self diagnosis adalah kemampuan suatu sistem untuk memeriksa kondisi sistem dan menetukan kondisi sistem berdasarkan hasil pemeriksaannya. pada sistem injeksi self diagnosis dihunakan untuk memanta semua komponen sistem injeksi bahan bakar dan bila terjadi gangguan akan melaporkannya. bentuk pelaporan ini berupa kedipan MIL dan pencatatan kode kerusaan di memori ECCU.

5. memeriksan pompa bahan bakar
kondisi pompa bahan bakar sebenarnya sudah dapat dilihat dengan pengukuran tekanan bahan bakar. pemeriksaan ini dilakukan sebagai alternatif jika pengukuran tekanan bahan bakar tidak dapat dilakukan karena berbagai hal, misalnya tidak tersedia fuell preassure gauge dibengkel. pemeriksaan ini sangat mudah dilakukan .

6. memeriksan pengatur tekanan bahan bakar (fuel pressure regulator)
tidak ada prosedur khusus untuk memeriksa kondisi pengaturan tekanan bahan bakar, prosedurnya sama dengan cara pengukuran tekanan bahan bakar. bila hasil pengukuran tidak sesuai standar, kerusakan dapat berasal dari pengatur tekanan bahan bakar atau pompa bahan bakar.

7. memeriksa injektor
injektor adalah komponen terakhir dalam sistem bahan bakar injeksi. pada injeksi inilah bahan bakar bertekanan disemprotkan hingga bentuknya menyerupai kabut. jumlah injektor biasanya sesuai denga jumlah silinder pada sepeda motor. injetor biasanya terpasa disaluran masuk, lebih tepatnya di intake manifold atau throttle body. kondisi injektor dapat diperiksa saat terpasan dimesin dan saat terlepas dari mesin.

SEKIAN DULU DARI SAYA

Wassalamualaikum wr,wb

SOAL DIKERJAKAN DIBUKU KALIAN DAN DIFOTO YANG JELAS TERUS KIRIM KE WA PAK RIFKI dengan format memberi nama dan kelas kalian
  1. jelaskan cara membersihkan karburator dan tata cara menyetel putaran idle
  2. tulis dibuku kalian minimal 10 sensor pada sistem injeksi dan fungsinya serta tuliskan berapa kedipannya
  3. tuliskan tata cara meresett dan merubah mode 
SOAL DITULIS DIBUKU KALIAN........



35 comments:

  1. AKHMAD NUR TOFIQ
    XI TBSM II

    ReplyDelete
  2. M RIZQI ARDIANSYAH
    XI TBSM II

    ReplyDelete
  3. Pak peralatan utama dalam sistem EFI elektronik meliputi apa?

    ReplyDelete
  4. This comment has been removed by the author.

    ReplyDelete

Perawatan sistem pemasukan dan pembuangan

BAB II PERAWATAN SISTEM PEMASUKAN DAN PEMBUANGAN A.        Deskripsi Singkat             Sistem pemasukan dan pembuangan sepeda moto...